UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRASI DI SMK MITRA INSAN CIANJUR
Disusun Oleh : Siti Rohmah
NPM/NIRM : 051819019
Semester I/Angkatan V
BAB I
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam kemajuan dan
mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus sarana membangun manusia Indonesia
seutuhnya. Salah satu tujuan bangsa Indonesia tertuang dalam pembukaan UUD 1945
yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Undang-undang republik Indonesia
nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional tercantum secara jelas
mengenai tujuan pendidikan nasional, yaitu agar berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Depdiknas, 2003). Secara
umum dapat disimpulkan pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas
masyarakat guna menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Kemajuan sebuah Negara dapat dilihat dari keberhasilan pendidikan
yang dilaksanakan oleh suatu bangsa. Berbagai upaya telah dilakukan oleh
pemerintah untuk meningkatkan pendidikan yaitu: penyempurnaan kurikulum dari
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013. Kedua,
pengalokasian anggaran pendidikan yang terus ditingkatkan. Ketiga, peningkatan
kompetensi guru melalui sertifikasi. Keempat, pengadaan dan
perbaikan sarana prasarana sekolah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah
(BOS). Kelima, pemerataan pendidikan melalui program Sarjana Mendidik di daerah
Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T). Melalui upaya-upaya yang telah
dilakukan, seyogyanya tujuan pembelajaran sains dapat tercapai secara optimal.
Belajar merupakan proses interaksi edukatif yang terikat pada
tujuan, terarah pada tujuan, dan dilaksanakan khusus untuk mencapai tujuan
(Suastra, 2009). Melalui proses belajar, yang diharapkan berhasil mencapai
tujuan adalah peserta didik itu sendiri. Oleh karena itu, hal terpenting dalam
interaksi belajar mengajar adalah siswa. Siswalah yang diharapkan berinteraksi
dengan bahan ajar itu, mengolahnya, dan merefleksikannya sehingga tujuan
instruksional yang telah ditetapkan dapat dicapai secara optimal.
1.
Bagaimana
penerapan model pembelajaran demonstrasi dilaksanakan di SMK Mitra Insan pada mata
pelajaran Administrasi perkantoran?
2.
Bagaimana
peran motode pembelajaran
demonstrasi dalam meningkatkan motivasi belajar di SMK Mitra Insan pada mata pelajaran Administrasi
perkantoran?
3.
Apa saja kelebihan dan kekurangan model pembelajaran demonstrasi terhadap hasil
prestasi siswa?
1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran demonstrasi dilaksanakan di SMK Mitra Insan pada mata
pelajaran Administrasi perkantoran
2. Untuk mengetahui bagaimana peran metode pembelajaran demonstrasi
dalam meningkatkan motivasi belajar di SMK Mitra Insan pada mata pelajaran Administrasi
perkantoran
3. Untuk mengetahui apa saja
kelebihan dan keklurangan model
pembelajaran demonstrasi terhadap hasil prestasi siswa
Objek penelitian
ini dilakukan di SMK Mitra Insan Cianjur
a. Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi
belajar merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan dalam
pembelajaran. Seorang peserta didik akan belajar dengan baik apabila ada faktor
pendorongnya yaitu motivasi belajar. Peserta didik akan belajar dengan
sungguh-sungguh jika memiliki motivasi belajar yang tinggi.
Menurut Hamzah
B. Uno (2011: 23) “motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada
siswa yang sedang belajar untuk mengadakan tingkah laku, pada umumnya dengan
beberapa indikator atau unsur-unsur yang mendukung. Indikator-indikator
tersebut, antara lain: adanya hasrat dan keinginan berhasil, dorongan dan
kebutuhan dalam belajar, harapan dan cita-cita masa depan, penghargaan dalam
belajar, dan lingkungan belajar yang kondusif.”
Selain itu,
Winkel (2005: 160), menyebutkan motivasi belajar adalah keseluruhan daya
penggerak psikis didalam siswa yang menimbulkan kegiatan belajar itu demi
mencapai suatu tujuan. Sejalan dengan pendapat di atas, Sardiman A. M (2007:
75), menjelaskan motivasi belajar adalah seluruh daya penggerak didalam diri
siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari
kegiatan belajar yang memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan
yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat dicapai.”
Dari beberapa
pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah seluruh daya
penggerak psikis yang ada dalam diri individu siswa yang dapat memberikan
dorongan untuk belajar demi mencapai tujuan dari belajar tersebut.
b. Peran dan Fungsi Motivasi Belajar
Menurut Hamzah B. Uno (2011: 27-29), peran penting motivasi belajar
dan pembelajaran, antara lain:
1) Peran motivasi belajar dalam menentukan penguatan belajar.
Motivasi dapat berperan dalam penguatan belajar apabila seorang anak yang
sedang belajar dihadapkan pada suatu masalah yang menentukan pemecahan dan
hanya dapat dipecahkan berkat bantuan hal-hal yang pernah dilalui.
2) Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar. Peran motivasi
dalam memperjelas tujuan belajar erat kaitannya dengan kemaknaan belajar. Anak
akan tertarik untuk belajar sesuatu, jika yang dipelajari itu sedikitnya sudah
dapat diketahui atau dinikmati manfaatnya oleh anak.
3) Motivasi menentukan ketekunan belajar. Seorang anak yang telah
termotivasi untuk belajar sesuatu berusaha mempelajari dengan baik dan tekun
dengan harapan memperoleh hasil yang lebih baik.
Selain itu, Oemar Hamalik (2011: 108), menyebutkan fungsi motivasi
itu meliputi:
1)
Mendorong
timbulnya kelakuan/ suatu perbuatan.
2)
Motivasi
berfungsi sebagai pengarah, artinya mengarah pada perbuatan ke pencapaian tujuan
yang diinginkan.
3)
Motivasi
berfungsi sebagai penggerak, artinya sebagai motor penggerak dalam kegiatan
belajar.
Dari pendapat
di atas dapat disimpulkan bahwa peran dan fungsi motivasi belajar adalah
sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi sehingga untuk mencapai
prestasi tersebut peserta didik dituntut untuk menentukan sendiri
perbuatan-perbuatan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan belajarnya.
c. Ciri-ciri Orang yang Memiliki Motivasi Belajar
Ciri-ciri orang yang memiliki motivasi dalam belajar menurut
Sardiman A. M (2007: 83), yaitu:
1)
Tekun
menghadapi tugas-tugas dan dapat bekerja terus-menerus sampai pekerjaannya
selesai.
2)
Ulet dan tidak
mudah putus asa dalam menghadapi kesulitan.
3)
Memungkinkan
memiliki minat terhadap bermacam-macam masalah.
4)
Lebih sering
bekerja secara mandiri.
5)
Cepat bosan
dengan tugas-tugas rutin.
6)
Jika sudah
yakin dapat mempertahankan pendapatnya.
7)
Tidak akan
melepaskan sesuatu yang telah diyakini.
8)
Sering mencari
dan memecahkan masalah soal-soal.
Sejalan dengan pendapat di atas, menurut Hamzah B. Uno (2011: 23)
bahwa ciri-ciri orang yang memiliki motivasi dalam belajar dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:
1) Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil.
2) Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar.
3) Adanya harapan dan cita-cita di masa depan.
4) Adanya penghargaan dalam belajar.
5) Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar.
6) Adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan
seorang siswa dapat belajar dengan baik.
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa besarnya
motivasi belajar yang ada pada diri seseorang akan tercermin pada tingkah
lakunya yaitu:
1) Tekun mengerjakan tugas;
2) Ulet menghadapi kesulitan;
3) Lebih sering bekerja mandiri;
4) Memungkinkan minat terhadap macam-macam masalah;
5) Cepat bosan dengan tugas-tugas rutin;
6) Jika sudah yakin dapat mempertahankan pendapatnya;
7) Tidak melepas sesuatu yang diyakini;
8) Sering mencari dan memecahkan atas soal-soal;
9) Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil;
10) Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar;
11) Adanya harapan dan cita-cita di masa depan;
12) Adanya penghargaan dalam belajar;
13) Adanya kegiatan menarik dalam belajar serta
14) Adanya lingkungan belajar yang kondusif sehingga memungkinkan
seseorang siswa dapat belajar dengan baik.
Apabila seseorang memiliki ciri-ciri seperti di atas, berarti orang
tersebut memiliki motivasi yang cukup kuat. Seorang yang memiliki motivasi belajar
yang tinggi akan memiliki beberapa ciri yang membedakan dengan dirinya bila
dibandingkan dengan seseorang yang memiliki motivasi yang rendah.
d. Macam-macam Motivasi Belajar
Menurut Sardiman A. M (2007: 89-91) terdapat dua macam motivasi
belajar, yaitu:
1) Motivasi Intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif dan
berfungsinya tanpa harus diransang dari luar karena didalam seseorang individu
sudah ada dorongan untuk melaksanakan sesuatu. Bila seseorang telah memiliki
motivasi intrinsik maka secara sadar akan melakukan kegiatan dalam belajar dan
selalu ingin maju sehingga tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. Hal ini
dilatarbelakangi keinginan positif, bahwa yang akan dipelajari akan berguna di
masa yang akan datang.
2) Motivasi Ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan
berfungsinya karena ada perangsang dari luar. Motivasi dikatakan ekstrinsik
bila peserta didik menempatkan tujuan belajarnya diluar faktor-faktor situasi
belajar. Berbagai macam cara bisa dilakukan agar siswa termotivasi untuk
belajar.
2. Metode Pembelajaran Demonstarasi
1. Pengertian model
pembelajaran demonstrasi
Model pembelajaran demonstrasi adalah model mengajar yang menggunakan
peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana
melakukan sesuatu kepada peserta didik.
2. Langkah-langkah
model pembelajaran demonstrasi
v Langkah-langkah
model pembelajaran demonstrasi adalah
1) Tahap
persiapan
Pada tahap
persiapan ini ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain:
a) Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh peserta
didik setelah proses demonstrasi berakhir. Tujuan ini meliputi beberapa aspek
seperti aspek pengetahuan dan keterampilan tertentu.
b) Persiapkan garis-garis besar langkah-langkah
demonstrasi yang akan dilakukan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kegagalan.
c) Lakukan uji coba demonstrasi. Uji coba meliputi
segala peralatan yang diperlukan.
2) Tahap
pelaksanaan
a) Langkah pembukaan
Sebelum
demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain:
· Aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua
peserta didik dapat melihat dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
· Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai peserta
didik.
· Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan
oleh peserta didik, misalnya ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang penting
dari pelaksanaan demonstrasi.
b)
Langkah pelaksanaan demonstrasi
· Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan
yang merangsang peserta didik untuk berfikir.
Misalnya pertanyaan-pertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong
peserta didik tertarik untuk memperhatikan demonstrasi.
· Ciptakan suasana yang menyejukkan dan menghindari
suasana yang menegangkan.
· Yakinkan bahwa semua peserta didik mengikuti
jalannya demonstrasi.
· Berikan kesempatan kepada peserta didik untuk
secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses
demonstrasi.
c) Langkah mengakhiri demonstrasi
Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses
pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada
kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan
pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan pendektan penelitian kualitatif, dengan desain
penelitian deskriptif.
BAB II
PROFIL SEKOLAH DAN
PEMBAHASAN
NPSN : 69914680
Status : Swasta
Bentuk Pendidikan : SMK
Status Kepemilikan : Yayasan
SK Pendirian Sekolah : AHU-04418.50.10.2014
Tanggal SK Pendirian : 2014-08-11
SK Izin Operasional : 421.5/1543.A/BID.SMA-SMK/2015
Tanggal SK Izin Operasional
: 2015-09-16
Beberapa petunjuk penggunaan metode demonstrasi:
1)
Perencanaan:
Menentukan tujuan demonstrasi mengoperasikan Typing Master dan power point,
Menetapkan langkah-langkah pokok demonstrasi membuat Presentasi dan mengetik
cepat.
2)
Pelaksanaan:
Mengusahakan agar demonstrasi pembuatan power point dan pelaksanaan typing
master dapat diikuti dan diamati oleh seluruh siswa melalui proyektor;
Menumbuhkan sikap kritis pada siswa sehingga terjadi Tanya jawab, dan diskusi,
Memberi kesempatan pada setiap siswa untuk mencoba membuat g rangkaian di
komputer sehingga siswa merasa yakin Membuat penilaian dari kegiatan siswa
dalam demonstrasi
3)
Tindak
lanjut: Pemberian tugas kepada siswa untuk membuat Power point serta hasil dari pelaksanaan kecepatan
mengetik. Penilaian terhadap laporan hasil demonstrasi mengoperasikan Typing
master.
Metode domonstrasi merupakan metode mengajar yang
menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung objeknya atau
caranya melakukan sesuatu untuk mempertunjukkan proses tertentu. Demonstrasi
dapat digunakan pada semua mata pelajaran. Dalam pelaksanaan demonstrasi guru
harus sudah yakin bahwa seluruh siswa dapat memperhatikan dan mengamati
terhadap objek yang akan didemonstrasikan. Sebelumnya proses demonstrasi guru
sudah mempersiapkan alat – alat yang digunakan dalam demonstrasi tersebut.
Guru dituntut menguasai bahan pelajaran serta
mengorganisasi kelas, jangan sampai guru terlena dengan demonstrasinya tanpa
memperhatikan siswa secara menyeluruh. Ada beberapa karakteristik metode
mengajar demonstrasi dan bagaimana hubungannya dengan pengalaman belajar siswa.
Karakteristik, Pengalaman Belajar, Keunggulan,
dan Ketrampilan Metode Demonstrasi:
Prosedur metode demonstrasi yang harus dilakukan
dalam pembelajaran adalah: Mempersiapkan alat bantu yang akan digunakan dalam
pembelajaran; Memberikan penjelasan tentang topik yang akan didemonstrasikan;
Pelaksanaan demonstrsi bersamaan dengan perhatian dan peniruan dari siswa;
Penguatan (diskusi, tanya jawab, dan atau latihan) terhadap hasil demonstrasi.
Kesimpulan: Kemampuan guru yang perlu
diperhatikan dalam menunjung keberhasilan demonstrasi di antaranya:
·
Mampu secara proses tentang topik yang
dipraktekkan.
·
Mampu mengelola kelas, menguasai siswa secara
menyeluruh.
·
Mampu menggunakan alat bantu yang digunakan.
·
Mampu melaksanakan penilaian proses
Kondisi dan
kemampuan siswa yang harus diperhatikan untuk menunjang demonstrasi,
diantaranya adalah:
·
Siswa memiliki motivasi, perhatian dan minat
terhadap topik yang didemonstrasikan.
·
Memahami tentang tujuan/maksud yang akan
didemonstrasikan.
·
Mampu mengamati proses yang dilakukan oleh guru.
·
Mampu mengidentifikasi kondisi dan alat yang
digunakan dalam demonstrasi
Ketika melihat hasil, menurut penelitian saya sangat efektif menerapkan
metode demonstrasi dalam pembelajaran. Siswa lebih tertarik untuk menyimak
pembelajaran. dari pada mengajar biasa.
Penggunaan metode
demonstrasi mampu mengkomunikasikan sesuatu yang ingin disampaikan oleh pemberi
kepada penerima. Oleh karena itu dalam merancang proses belajar hendaknya
dipilih metode yang benar-benar efektif dan efisien atau merancang metode
sendiri sehingga dapat menyampaikan pesan pembelajaran, yang akhirnya terbentuk
kompetensi tertentu dari siswa. Metode yang dimaksud dalam penelitian ini
adalah metode demonstrasi. Metode demonstrasi mempunyai kemampuan atau potensi
mengatasi kekurangan-kekurangan guru, metode demonstrasi mampu menyampaikan
meteri secara jelas dan mudah di pahami siswa. Dengan demikian penggunan metode
demonstrasi dapat menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan,
dan kemauan. Dari hal tersebut maka proses belajar akan efektif dan motivasi
belajar siswa akan meningkat.
Kelebihan model pembelajaran demonstrasi adalah
a) Demonstrasi dapat mendorong motivasi belajar
peserta didik.
b) Demonstrasi dapat menghidupkan pelajaran karena
peserta didik tidak hanya mendengar tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi.
c) Demonstrasi dapat mengaitkan teori dengan
peristiwa alam lingkungan sekitar. Dengan demikian peserta didik dapat lebih
meyakini kebenaran materi pelajaran.
d) Demonstrasi apabila dilaksanakan dengan tepat,
dapat terlihat hasilnya.
e) Demonstrasi
seringkali mudah teringat daripada bahasa dalam buku pegangan atau
penjelasan pendidik.
f) Melalui demonstrasi peserta didik terhindar dari
verbalisme karena langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
Kelemahan model
pembelajaran demonstrasi adalah
Menurut Djamarah
model pembelajaran demonstrasi selain mempunyai kelebihan juga mempunyai
kelemahan yaitu:
a) Peserta didik
terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan
dipertunjukkan.
b) Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
c) Sukar dimengerti apabila didemonstrasikan oleh
guru yang kurang
menguasai apa yang didemonstrasikan.
d) Demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih
matang, sebab tanpa persiapan yang memadai demonstrasi bisa gagal sehingga
dapat menyebabkan model ini tidak efektif lagi.
e) Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan
dan tempat yang memadai berarti penggunaan model ini lebih mahal jika
dibandingkan dengan ceramah.
f) Demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan
guru yang khusus sehingga guru dituntut untuk bekerja lebih profesional.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Metode demonstrasi merupakan sebuah
bentuk interaksi yang dilakukan melelui peragakan dan penuturan
secara lisan oleh guru. Sesuai dengan bukti yang dilakukan metode demonstrasi adalah metode
yang tetap baik untuk digunakan, namun tidak lebih baik. Metode ini tetap
mempunyai banyak kelebihan namun juga kelemahan. Dari beberapa penelitian, metode demonstrasi sangat efektif untuk
menyampaiakan informasi, dan bagus untuk
mengajar.
B.
Saran
dan Rekomendasi
Berdasarkan kesimpulan diatas, agar proses
pembelajaran berjalan dengan baik tanpa gangguan sesuai dengan tujuan tanpa
kendala kami menyarankan :
1) Bagi siswa,
diharapkan dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga tujuan
pembelajara dapat dicapai.
2) Guru harus memiliki inovasi yang bagus, agar bisa cepat memahami
pembelajaran.
Anita, Sri. 1987. Strategi Belajar Mengajar. Karunika.
Jakarta
Dapdikbud. 1997. Perangkat Pembelajaran. Dikdasmen.
Jakarta
Djahri, Kosasih.
1996. Metoda dan Media Penyajian Materi.
Liberty. Jakarta
Purwanto, Ngalim.
2986. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi
Pengajaran. Remaja Karya. Bandung
P.Hisnu
Tantya.2008 Ilmu Penngetahuan Sosial Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan
Nasional
Sudjana, Nana.
2010. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar.
Sinar Baru. Bandung
Syarif, Ismet.
2017. Administrasi Sekolah.
Depdikbud. Jakarta

Komentar
Posting Komentar