PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DALAM MATERI GERBANG LOGIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN DASAR LISTRIK ELEKTRONIKA (DLE) DI SMK BUNGA PERSADA CIANJUR
BAB 1
PENDAHULUAN
Pendidikan
pada dasarnya merupakan proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan
dirinya, sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi dalam
kehidupan. Perkembangan di bidang pendidikan merupakan sarana dan wadah dalam
pembinaan sumber daya manusia, oleh karena itu pendidikan perlu mendapatkan
perhatian dalam penanganan baik dari pemerintah, masayarakat, dan keluarga Sekolah dalam kaitannya dengan pendidikan,
sebaiknya dijadikan tempat untuk mencari, mengembangkan dan membekali siswa
dengan berbagai kompetensi yang sesuai.
Kompetensi
yang didapat tersebut bertujuan agar siswa dapat menyesuaikan dirinya dengan
perubahan diberbagai bidang. Demikian pula deengan proses belajar di sekolah,
hendaknya proses tersebut dapat membuat siswa belajar untuk berpartisipasi
aktif dengan konsep-konsep dan prinsip pembelajaran. Melalui partisipasi aktif
diharapkan mereka memperoleh pengalaman melalui eksperimen yang memungkinkan
mereka untuk menemukan prinsip itu sendiri. Melalui
proses pembelajaran yang berkualitas, banyak aspek yang bisa ditingkatkan.
hasil belajar dapat dibagi menjadi tiga aspek. Pertama adalah aspek kognitif.
Aspek ini meliputi kemampuan menyatakan kembali konsep atau prinsip yang telah
dipelajari dan kemampuan intelektual. Aspek kognitif dibatasi pada jenjang
pengetahuan , pemahaman , penerapan, analisis dan sintesis. Aspek kedua yaitu
afektif, aspek ini meliputi pandangan atau pendapat dan sikap atau nilai,dan
yang ke tiga yaitu psikomotorik, berhubungan dengan kerja otot atau gerak. Sekolah
sebagai sarana pendidikan formal harusnya dapat memfasilitasi semua peningkatan
tersebut melalui proses pembelajaran. Selain itu, sekolah harusnya dapat
mendewasakan siswa sehingga mampu berinteraksi dengan lingkungan di- luar
sekolah dengan baik. Agar nantinya kemampuan yang diajarkan di sekolah dapat
diaplikasikan di lingkungan masayarakat.
.Proses pembelajaran
idealnya menjadikan siswa aktif dengan cara yang variatif, menyenangkan dan
tidak monoton. Pembelajaran yang baik dapat menjadikan siswa beranggapan bahwa
belajar adalah sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi. Mereka seharusnya merasa
rindu untuk belajar di manapun mereka berada dan kapanpun mereka memiliki waktu
luang. Pembelajaran harusnya merupakan sebuah proses komunikasi yang tidak hanya
bersifat satu arah. Pembelajaran harusnya dapat membantu siswa menemukan cara
tebaik dalam memahami materi diamana siswa yang memiliki kesulitan untuk
menemukan cara mengatasi masalahnya tidak hanya diacuhkan oleh guru, akan
tetapi guru berfungsi sebagai pemandu siswa agar menemukan jalan pemecahan
maslah tersebut.
Namun pada kenyataanya hasil pengamatan
peneliti yang dilakukan di SMK Bunga Persada Cianjur menunjukan bahwa.
Pembelajaran yang dilakukan pada salah satu mata pelajaran yang diajarkan di
SMK tersebut yaitu Dasar Listrik
Elektronika (DLE), masih menggunakan model tradisional. Dimana proses pembelajaran yang berlangsung hanya berorientasi
terhadap guru.
Tentu saja hal ini membuat siswa merasa
jenuh, kemudian pembelajaran terkesan monoton karena hanya berlangsung satu
arah saja, yaitu dari guru kesiswa, Ditambah lagi jam belajar yang relatif
lama. Tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap penguasaan materi yang
diberikan, dan akan berpengaruh terhadap ketidak seimbangan nilai rata-rata
siswa dalam kelas.
Berdasarkan observasi tentang hasil belajar
dalam sebuah kelas, hasil Penilaian Tengah Semester (PTS) tahun ajaran
2019/2020 pada mata Pelajaran Dasar
Listrik Elektronika (DLE) di SMK Bunga Persada Cianjur, didapatkan
kesimpulan bahwa di dalam sebuah kelas terdapat tiga kelompok kemampuan yaitu:
tinggi, sedang, dan rendah. Data observasi yang diperoleh sebagai berikut
berikut:
Tabel 1. Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran DLE Kelas XI
TEIN Tengah Semester Tahun Ajaran 2019/2020.
|
No
|
Nilai
|
Keterangan
|
Frekuensi
|
Presentase
|
|
1
|
90-100
|
Tinggi
|
1
|
3,5%
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
80-89
|
Sedang
|
18
|
62,1%
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
70-79
|
Rendah
|
5
|
17,3%
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
<70
|
Belum
lulus
|
5
|
17,3%
|
|
|
|
|
|
|
Sumber:
Pengampu mata diklat DLE
Tabel di atas menunjukan
bahwa kemampuan siswa dalam satu kelas bervariasi. Data menunjukan prosentase
siswa berkemampuan sedang sebanyak 62,1%, prosentase ini bisa dijadikan acuan
rata-rata kemampuan siswa dalam kelas. Data siswa yang memiliki kemampuan di
atas rata-rata hanya 3,5% dari kesulurah siswa. Variasi hasil ujian akhir di
atas menunjukan. Materi yang harusnya mampu diserap oleh seluruh siswa belum
dapat diterima secara merata. Masalah tersebut harus dicari solusinya. Salah
satu solusi yang dapat dipakai adalah perubahan proses pembelajaran dengan
pendekatan model pembelajara
Sejalan dengan hal
tersebut, Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional
menyatakan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara (Depdiknas 2003: 78). Secara implisit
tersirat bahwa proses pendidikan itu harus berorientasi kepada siswa (student
active learning) dan bukan berorientasi kepada guru (teacher centered
learning). Tugas guru adalah mengembangkan potensi yang dimiliki anak didik,
bukan menjejalkan materi pelajaran atau memaksa anak agar dapat menghafal data
dan fakta
Berkaitan dengan model
pembelajaran, saat ini semakin banyak pengelola insitusi pendidikan yang
menyadari perlunya pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pembelajar
(learner centered). Pendekatan pembelajaran berpusat pada guru (teacher
centered), sudah dianggap tradisional dan perlu diubah (Amir 2009: 3). Saat ini
terdapat begitu banyak model pembelajaran yang bisa diterapkan guna
meningkatkan hasil belajar siswa. Tuhuan sebuah model pembelajaran mempunyai
pada dasarnya sama yaitu meningkatkan prestasi belajar siswa, namun penggunaan
model pembelajaran juga harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan kemampuan
pengajar. Guru sebagai seorang pengajar harus mampu menentukan model pembelajaran
yang sesuai dengan kebutuhan siswa.Model pembelajaran Quantum Learning merupakan
model pembelajaran yang coba ditawarkan oleh para pakar
pendidikan
untuk memecahkan permasalahan pembelajaran yang berorientasi kepada guru.
Quantum dalam pelajaran fisika didefinisikan sebagai loncatan energi yang
diubah menjadi cahaya. Quantum Learning
adalah model pembelajaran yang menciptakan lingkungan belajar yang efektif,
dengan cara menggunakan unsur yang ada pada siswa dan lingkungan belajarnya
melalui interaksi yang terjadi dalam kelas.
Melihat permasalahan di atas, peneliti merasa
perlu untuk mengungkap apakah model Quanum
Learning Memiliki kontribusi terhadap hasil belajar siswa di sekolah.
Masalah yang diuraikan peneliti di atas mendorong peneliti untuk memfokuskan
diri melakukan sebuah penelitian tentang model Quanum Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran
Dasar Listrik Elektronika (DLE) di SMK Bunga Persada Cianjur. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hasil
belajar siswa setelah mengalami pembelajaran dengan model Quantum Learning.
Selain itu akan dilihat pengaruh model pembelajaran tersebut terhadap kelompok
kemampuan dalam kelas.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana Perencanaan Pembelajaran Quantum
learning pada Mata Pelajaran Dasar Listrik Elektronika (DLE) di SMK Bunga
Persada Cianjur
2.
Bagaimana pelaksanaan pembelajaran Quantum
learning Dalam materi gerbang logika untuk meningkatkan hasil belajar siswa
pada Mata Pelajaran Dasar Listrik Elektronika (DLE) di SMK Bunga Persada
Cianjur
3.
Bagaimana Langkah-langkah Pembelajaran Quantum Learning
learning pada Mata Pelajaran Dasar Listrik Elektronika (DLE) di SMK Bunga
Persada Cianjur
4.
Apa kelebihan dan kekurangan Pembelajaran
Quantum learning pada Mata Pelajaran Dasar Listrik Elektronika (DLE) di SMK
Bunga Persada Cianjur
1.
Untuk Mengetahui Bagaimana Perencanaan
Pembelajaran Quantum learning pada Mata Pelajaran Dasar Listrik Elektronika
(DLE) di SMK Bunga Persada Cianjur
2.
Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran
Quantum learning Dalam materi gerbang logika untuk meningkatkan hasil belajar
siswa pada Mata Pelajaran Dasar Listrik Elektronika (DLE) di SMK Bunga Persada
Cianjur
3.
Untuk mengetahui Bagaimana Langkah-langkah Pembelajaran Quantum Learning
learning pada Mata Pelajaran Dasar Listrik Elektronika (DLE) di SMK Bunga
Persada Cianjur
4.
Untuk mengetahui Apa kelebihan dan kekurangan
Pembelajaran Quantum learning pada Mata Pelajaran Dasar Listrik Elektronika
(DLE) di SMK Bunga Persada Cianjur
Metode yang digunakan
adalah metode kualitatif deskriptif analisis
Penelitian deskriptif
kualitatif merupakan
salah satu dari jenis penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian
kualitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan kejadian
atau fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat
penelitian berlangsung dengan menyuguhkan apa yang sebenarnya terjadi.
Penelitian ini menafsirkan dan menguraikan data yang bersangkutan dengan
situasi yang sedang terjadi, sikap serta pandangan yang terjadi di dalam suatu
masyarakat, pertentangan antara dua keadaan atau lebih, hubungan antar variable
yang timbul, perbedaan antar fakta yang ada serta pengaruhnya terhadap suatu
kondisi, dan sebagainya.
BAB II
A. Pengertian Quantum Learning
Quantum adalah interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya(Miftahul A’la,
2011: 21). MenurutBobbi DePorter dan Mike Hernacki, berakar dari upaya Dr.
Georgi Lozanov. Beliau adalah seorang pendidik berkebangsaan Bulgaria yang
bereksperimen dengan apa yang disebutnya sebagai
“suggestology”dan”suggestopedia”. Prinsipnya bahwa sugesti dapat mempengaruhi
hasil belajar, dan setiap detil apapun memberikan sugesti positif ataupun
negatif. Istilah lain yang dapat dipertukarkan dengan
“suggestology”dan”suggestopedia” adalah “pemercepatan belajar” (accelerated
learning). Pemercepatan belajar didefinisikan sebagai ”memungkinkan siswa untuk
belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal, dan
dibarengi kegembiraan”. Cara ini menyatukan unsur-unsur yang secara sekilas
tampak tidak mempunyai persamaan: hiburan, permainan, warna, cara berfikir
positif, kebugaran fisik, dan kesehatan emosional. Namun semua unsur itu
Hernacki 2000: 14). DePorter dan
Hernacki (2000: 14) menyebutkan bahwa Quantum Learning sebagai seperangkat
metode dan falsafah belajar yang telah terbukti efektif di sekolah dan bisnis
bekerjauntuk semua type orang, dan segala usia.
Quantum Learning pertama kali di terapkan di Supercamp.
Menggunakankurikulum yang secara harmonis dan merupakan kombinasi dari tiga
unsur, ketrampilan akademis, prestasi fisik, dan ketrampilan hidup. Sedangkan
yang mendasarinya adalah filsafat dasar. Pembelajaran di tempat ini dibuat
menyenangkan, karena belajar adalah kegiatan seumur hidup yang dapat dilakukan
dengan menyenangkan dan berhasil. Lingkungan fisik juga menentukan proses
belajar, seperti memperindah taman, seni, musik dan ruangan harus terasa pas
untuk kegiatan pembelajaran. Sehingga siswa merasa penting, aman, dan nyaman.
Quantum Learning merupakan gabungan antara sugestologi, teknik pemercepatan
belajar, dan teori NLP serta teori, keyakinan dan metode dari DePorter. Quantum
Learning juga menggunakan konsep-konsep kunci dari berbagi teori dan strategi
belajar lain: 1) Teori otak kanan/kiri, 2) Teori otak triune (3 in 1), 3)
Pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinetik), 4)Teori kecerdasan ganda,
5) Belajar berdasarkan pengalaman, 6) Belajar dengan simbol (metaphoric
learning), 7) Simulasi permainan.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa adalah seperangkat
pembelajaran yang berisi petunjuk, strategi dan proses pembelajaran yang dibuat
menyenangkan dan bermakna sehingga dapat memaksimalkan potensi siswa.
Quantum Learning memberdayakan seluruh unsur yang ada dalam proses
pembelajaran yang mencakup petunjuk-petunjuk untuk menciptakan lingkungan
belajar yang baik, menyampaikan materi pembelajaran, memahami cara siswa
menyerap informasi yang disampaikan dalam proses pembelajaran dan memudahkan
proses pembelajaran.
Perlu waktu lama untuk menerapkan model pembelajaran Quantum Learning. Akan
tetapi, ada aspek-aspek yang dapat diterapkan dalam pembelajaran seketika itu
juga. Aspek-aspek dari Quantum Learning yang dapat diterapkan dalam jangka
waktu singkat adalah sebagai berikut
a. AMBAK (Apa Manfaatnya Bagi Ku)
Segala sesuatu yang diinginkan pelajar harus menjanjikan manfaat atau para
pelajar tidak akan termotivasi melakukannya. Motivasi ini sebut sebagai AMBAK
(Apa Manfaatnya BagiKu). Menemukan AMBAK sama dengan menemukan minat dalam
sebuah hal yang dipelajari, dengan menghubungkan ke dalam dunia nyata. Jadi
konsep AMBAK dapat diartikan sebagai sebagai motivasi yang didapat dari
pemilihan secara mental antara manfaat dan akibat-akibat dari suatu keputusan. (DePorter
dan Hernacki 2000:48). Sebelum pembelajaran berlanggsusng siswa diberikan
gambaran tentang manfaat dari hasil belajar bagi siswa dalam implementasinya
dalam kehidupan sehari-hari maupun kehidupan keuntunganya di masa mendatang.
b. Penataan lingkungan belajar
Cara menata perabotan, musik yang dipasang, penataan cahaya, dan bantuan
visual di dinding, dan papan iklan, semua merupakan kunci bagi siswa yang
menerapkan Quantum Learning untuk
menciptakan lingkungan belajar yang optimal. Penataanlingkungan yang dilakukan
dengan baik, akan menjadi sarana yang bernilai dalam membangun dan
mempertahankan sikap positif.Pengaturan lingkungan belajar inilah sebagai
langkah awal yang efektif untuk mengatur pengalaman belajar secara menyeluruh.
Masalah pencahayaan juga merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Ruangan
tempat belajar harus mendapatkan cukup cahaya supaya tidak melelahkan mata.
Tetapi ini tergantung pada selera pribadi masing-masing. Ada orang yang
menyukai ruangan yang terang secara merata, sedangkan lainnya menyukai cahaya
yang hanya berfokus pada apa yang sedang dikerjakannya. Bahkan ada juga yang
menyukai kombinasi dari efek cahaya.
Setiap Individu memliki kesenangan yang
berbeda dalam menentukan lingkungan belajar. Akan tetapi, individu yang dapat
berinteraksi dengan lingkunganya semakin mudah dalam mempelajari
informasi–informasi baru, karena dapat menerima rangsangan yang berasal dari
lingkungan, dan itu dapat memperbanyak memori tentang lingkungan sekitar,
sehingga dapat digunakan untuk berinteraksi pada perubahan lingkungan yang
selanjutnya
"Gerbang logika atau gerbang logik adalah suatu
entitas dalam elektronika dan matematika Boolean yang mengubah satu atau
beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal keluaran logik. Gerbang logika
terutama diimplementasikan secara elektronis menggunakan diode atau transistor,
akan tetapi dapat pula dibangun menggunakan susunan komponen-komponen yang
memanfaatkan sifat-sifat elektromagnetik (relay), cairan, optik dan
bahkan mekanik."
·
JENIS-JENIS GERBANG LOGIKA (LOGIC GATES)
7 jenis gerbang
logika :
1.
Gerbang AND : Apabila semua
/ salah satu input merupakan bilangan biner (berlogika) 0, maka output akan
menjadi 0. Sedangkan jika semua input adalah bilangan biner (berlogika) 1, maka
output akan berlogika 1.
2.
Gerbang OR : Apabila semua / salah
satu input merupakan bilangan biner (berlogika) 1, maka output akan menjadi 1.
Sedangkan jika semua input adalah bilangan biner (berlogika) 0, maka output
akan berlogika 0.
3.
Gerbang NOT : Fungsi Gerbang NOT adalah
sebagai Inverter (pembalik). Nilai output akan berlawanan dengan inputnya.
4.
Gerbang NAND : Apabila semua / salah satu
input bilangan biner (berlogika) 0, maka outputnya akan berlogika 1. Sedangkan
jika semua input adalah bilangan biner (berlogika) 1, maka output akan
berlogika 0.
5.
Gerbang NOR : Apabila semua / salah satu
input bilangan biner (berlogika) 1, maka outputnya akan berlogika
0. Sedangkan jika semua input adalah bilangan biner (berlogika) 0, maka
output akan berlogika 1.
6.
Gerbang XOR : Apabila input berbeda (contoh :
input A=1, input B=0) maka output akan berlogika 1. Sedangakan jika input
adalah sama, maka output akan berlogika 0.
7.
Gerbang XNOR : Apabila input berbeda (contoh
: input A=1, input B=0) maka output akan berlogika 0. Sedangakan jika input
adalah sama, maka output akan berlogika
|
Visi
Sekolah Bunga Persada Cianjur
Mewujudkan pendidikan yang berakhlak, berdaya saing, unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Misi Sekolah Bunga Persada Cianjur
Mewujudkan pendidikan yang berakhlak, berdaya saing, unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Misi Sekolah Bunga Persada Cianjur
1.
Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan
kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.
Melaksanakan kurikulum secara efektif,
meningkatkan kompetensi, dan profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan.
3.
Meningkatkan mutu pendidikan secara
berkesinambungan dalam rangka menghasilkan anak didik yang berbudaya, kompeten,
cerdas baik secara kognitif, afektif, psikomotorik.
4.
Menjadikan siswa yang berakhlak mulia, sehat,
kreatif, inovatif, disiplin, bertanggung jawab, terampil, ilmu, berilmu
mutakhir dan berprestasi, memiliki rasa kebangsaan dan berwawawsan global.
BAB III
Langkah yang dilakukan untuk mencapai hasil penelitian
yang
Diinginkan penelitian ini terbagi menjadi tiga tahap
yaitu:
a. Tahap persiapan penelitiaan Kegiatan yang dilakukan
pada tahap persiapan meliputi:
(1) Melakukan studi literatur dengan membaca berbagai
macam buku tentang model pembelajaran Quantum Learning dengan pakar dan wawancara
dengan guru.
(2) Melakukan
perancangan pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam kelas baik model
pembelajaran Quantum Learning, kemudian mengkonsultasikan kepada guru di
sekolah.
(3) Mencari permasalahan yang menjadi solusinya adalah
model pembelajaran yang telah dirancang. Hal ini dilakukan dengan cara studi
literature.
(4) Telaah
kurikulum mengenai pokok bahasan yang dijadikan materi pembelajaran dalam
penelitian, hal ini dilakukan untuk mengetahui tujuan/kompetensi dasar yang
hendak dicapai.
(4) Menentukan sekolah yang akan dijadikan tempat
pelaksanaan penelitian.
(5) Menghubungi pihak sekolah tempat penelitian yang akan
dilaksanakan.
(6) Survei ke lapangan untuk melaksanakan studi
pendahuluan melalui
wawancara terhadap guru mata pelajaran PLC (Programmable
Logic
Controller) yang ada di sekolah tempat penelitian akan
dilaksanakan. (7) Menentukan sasaran penelitian.
(8) Analisis standar kompetensi, kompetensi dasar dan
materi ajar.
(9) Menyusun silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran
mengenai pokok bahasan yang dijadikan materi pembelajaran dalam penelitian
sesuai dengan model pembelajaran.
Tahap pelaksanaan
penelitian dimulai dengan:
(1) Melaksanakan penelitian
yang diawali dengan memberikan tes awal (pretest) pada kelas yang menjadi
sasaran penelitian.
(2) Melaksanakan perlakuan
yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Quantum Learing pada siswa kelas XI
SMK BUNGA PERSADA CIANJUR
(a) Mempersiapkan peralatan
pretest (b) Melaksanakan pretest (c)Memberikan pelakuan kepada kelas sampel
menggunakan model pembelajaran Quantum Learning dengan menerapkan aspek-aspek
yang ada pada model pembelajaran Quantum Learning. (d) Evaluasi (e) Posttest
Model Problem Based Learning
Tahap Akhir Kegiatan yang akan dilakukan
tahapan ini adalah:
(1) Mengolah dan menganalisis
data hasil pretest dan posttest dari sasaran penelitian untuk melakukan
analisis terhadap hasil belajar siswa tentang Materi gerbang logika yang
diajarkan selama penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Quantum
Learning
(2) Menarik kesimpulan
berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengolahan data penelitian. (3)
Mengajukan saran-saran terkait pengembangan penelitian selanjutnya. Dalam model
quantum learning dengan materi penerapan gerbang logika adalah Gerbang Logika yang diterapkan
dalam Sistem Elektronika Digital pada dasarnya
menggunakan Komponen-komponen Elektronika seperti Integrated
Circuit (IC), Dioda, Transistor, Relay, Optik maupun
ElemenMekanikal.
C. Langkah-langkah Pembelajaran Quantum Learning
learning pada Mata Pelajaran Dasar Listrik Elektronika (DLE) di SMK Bunga
Persada Cianjur
Langkah-langkah dalam
pembelajaran Quantum Learning merupakan penerapan dari aspek-aspek yang ada
dalam Quantum Learning. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model
pembelajaran Quantum Learning dimulai dengan memberikan pretest pada kelas
sampel penelitian yakni kelas XI Setelah pretest selesai dilaksanakan kemudian
melakukan treatment yaitu proses pembelajaran dengan menerapkan model
pembelajaran Quantum Learning. Pembelajaran ini dilakukan dalam dua pertemuan.
Pertemuan pertama membahas materi pengenalan PLC.
Quantum Learning yang
diterapkan pada kelas dapat dilihat pada tabel berikut:
|
Langkah-Langkah
|
|
|
Kegiatan
|
|
|
|||
|
Quantum Learning
|
|
|
|
|
||||
|
|
|
|
|
|
|
|||
|
AMBAK
|
|
Memberi motivasi belajar
|
sebelum pembelajaran
|
dimulai.
|
||||
|
|
Siswa diajak untuk menghayati
dan merenungkan manfaat
|
|||||||
|
(Apa
|
Manfaatnya
|
|||||||
|
Dan
|
kegunaan
|
belajar dari
|
pelajaran
|
yang sudah
|
dipelajari
|
|||
|
Bagi Ku)
|
|
maupun yang akan dipelajarinya.
|
|
|
||||
|
|
|
|
|
|||||
|
Penataan lingkungan
|
Penataan lingkungan kelas baik
dari posisi meja maupun
|
|||||||
|
Belajar
|
|
susunan tempat duduk. Penataan
lingkungan kelas baik dari
|
||||||
|
|
|
poster-poster yang
mendukung alat praktik
maupun
|
||||||
|
|
|
penempatan sound system.
|
|
|
|
|||
|
Bebaskan gaya
|
Pembelajaran yang disajikan
guru tidak hanya terpaku pada
|
|||||||
|
Belajar
|
|
satu gaya belajar tetapi
menggunakan beberapa gaya belajar
|
||||||
|
|
|
disesuaikan dengan tingkat
modalitas siswa.
|
|
|||||
|
Penerapan konsep
|
Memberikan pengarahan
untuk menumbuhkan kesadaran
|
|||||||
|
TANDUR
|
siswa dalam kebutuhan belajar, mendemonstasikan tori yang
|
|||||||
|
|
|
Ada
|
dalam
|
praktik,
|
kemudian
|
meminta
|
siswa
|
|
|
|
|
mendemonstrasikan ulang.
Menamai komponen dengan
|
||||||
|
|
|
istilah-istilah yang mudah
dihafal.
|
|
|
||||
|
Sikap positif
|
Memberikan penghargaan baik
berupa tepuk tangan atau
|
|||||||
|
|
|
pujian maupun berupa hadiah
kepada siswa yang mampu
|
||||||
|
|
|
menjawab pertanyaan dari guru
Menanamkan sikap positif
|
||||||
|
|
|
bagi siswa yang belum bias
menjawab pertanyaan dan belum
|
||||||
|
|
|
berhasil melaksanakan praktik
dengan baik.
|
|
|||||
|
Musik
|
|
Memutar musik
yang mendukung seperti
musik klasik
|
||||||
|
|
|
Mozart, Batch dan musik
kegemaran siswa ketika siswa
|
||||||
|
|
|
sedang mengerjakan sebuah tugas
atau melaksanakan praktik
|
||||||
|
|
|
agar suasana dari siswa menjadi
rileks, dan menyenangkan
|
||||||
|
|
|
dalam belajar
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
||
D. Keunggulan
Dan Kelemahan Pembelajaran Quantum Learning Pada Mata Pelajaran Dasar Listrik
Elektronika (DLE) Di SMK Bunga Persada Cianjur.
A. Keunggulan :
- Integritas
Bersikaplah jujur, tulus dan menyeluruh. Selaraskan denga nilai-nilai yang ada
pada diri kita.
- Kegagalan awal kesuksesan
Pahamilah bahwa kegagalan hanyalah memberikan informasi yang anda butuhkan
untuk sukses.
- Bicaralah dengan niatan baik
Berbicaralahdengan
pengertian positif dan bertanggungjawablah untuk berkomunikasi yang jujur dan
lurus.
- Komitmen
Penuhilah janji dan
kewajiban, laksanakan visi dan lakukan apa yang diperlukan untuk menyelesaikan
pekerjaan.
- Tanggungjawab
Bertanggungjawablah atas tindakan anda.
- Sikap fleksibel
Bersikap terbuka terhadap
perubahan baru yang dapat membantu kita memperoleh hasil yang kita inginkan.
·
Keseimbangan
Jaga
keselarasan pikiran, tubuh dan jiwa. Sisihkan waktu untuk membangun dan
memelihara
ketiganya.
b. Kelemahan
1.
Membutuhkan pengalaman yang nyata
2.
Waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan motivasi dalam
belajar
3.
Kesulitan
mengidentifikasi ketrampilan siswa
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Berdasarkan hasil
penelitian mini riset ini bahwasnya dengan metode Quantum learning adalah seperangkat pembelajaran
yang berisi petunjuk, strategi dan proses pembelajaran yang dibuat menyenangkan
dan bermakna sehingga dapat memaksimalkan potensi siswa. Quantum Learning memberdayakan seluruh unsur yang ada
dalam proses pembelajaran yang mencakup petunjuk-petunjuk untuk menciptakan
lingkungan belajar yang baik, menyampaikan materi pembelajaran, memahami cara
siswa menyerap informasi yang disampaikan dalam proses pembelajaran dan
memudahkan proses pembelajaran.dengan mengetahui Perencanaan,pelaksanaan,dan
langkah-langkah dalam Pembelajaran Quantum learning pada Mata Pelajaran Dasar
Listrik Elektronika (DLE) di SMK Bunga Persada Cianjur dengan materi gerbang
logika mengangkat kemampuan anak dalam batas dan standar yang terukur.
Bahwasanya dengan metode Quantum learning ini sangat
bermanfaat dan mampu membuat anak aktif dan kreatif. Menjalankan serangkaian
tes untuk mengukur kemampuan anak dan bersinergi dengan kualitas yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
AgusSuprijono. (2009). Cooperative Learning. Teori & aplikasi PAKEMYogyakarta: Pustaka
Pelajar.
AgusTrianto.(2007). Model-Model
Pembelajaran inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Cet ke- 1. Jakarta:
Prestasi Pustaka
Aji ElangBirowo.(2011).Perbandingan Model Pembelajaran Kontekstual dengan Model Pembelajaran
Quantum Teaching Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Diklat
Menganalisis Rangkaian Elektronika (MRE) di SMK Negeri 12 Bandung. Bandung:
Universitas Pendidikan Indonesia.http://repository.upi.edu/skripsiview.php?no_skripsi=6515
di akses pada 9 september2011
Buyung Darmaji.(2011). perbandingan keefekrifan model pembelajaran kooperatif ripe tai dengan
tipe gi ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah dan sikap siswa terhadap
matematika SMP Yogyakarta. UPT UNIV UNY
Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka
DePorter, Bobbi & Mike Hernacki. (2000).Quantum Learing Membiasakan Belajar Nyaman
dan Menyenangkan. Bandung: Penerbit Kaifa

Komentar
Posting Komentar